24 Juli 2008

Salam dari RUSDI SALEH Sekretaris DPC HANURA Pemalang

Partai Hanura secara nasional sudah kian banyak dilirik dan dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat. Secara regional untuk di Jawa Tengah khususnya untuk partai Hanura DPC Kab Pemalang banyak masyarakat antusias menyatakan diri bergabung dengan partai Hanura, sebagai contoh :
  • Mas Mugiono yang beralamatkan di Desa Pondowo Kec. Bodeh, dia seorang karyawan pabrik tekstil terbesar di Kab. Pekalongan ingin memboyong semua kawan-kawan Karyawan pabrik tekstil, untuk mendukung keberadaan partai Hanura DPC Kab. Pemalang demi suksesnya Hanura di Pemulu 2009
  • Mas Moh. Faizin yang beralamat di Desa Pecangakan Comal ( Fungsionaris Partai Demokrat DPC Kab. Pemalang dengan suka rela bergabung ke Partai Hanura.
  • Bp. H Moh. Tolhah (Imam Masjid Jamik Comal yang juga mantan kepala Desa dulu aktif di PKB sekarang bergabung ke Partai Hanura dan sebagai DEWAN PENASEHAT PAC HANURA KEC. COMAL
  • Tidak Mau Ketinggalan ketua Yayasan Tunas Karya yang juga mantan kepala Desa Sidorejo Comal, bergegas mimta dibuatkan KTA Partai Hanura, SIAPAKAH DIA!!!!!! Beliau adalah Moh. H. Kudlori suami dari hajah Suati, yang sebagai anggota dewan penasehat HANURA DPC Pemalang.

    WAHHHHHHHHH……… HeBoH DoOOOng klO Gitu, kAggEt AkUUU…..
    Salam buat Sahabatku Bp. Budiman.

Perang Bintang Pilpres 2009 (2)

MENYALIP DI UJUNG JABATAN

Detiknews.com Jakarta - Satu lagi purnawirawan jenderal yang menyatakan diri maju di ajang Pilpres 2009. Dia adalah Letjen Purn TNI Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus tersebut mengumumkan secara terbuka niatnya itu pekan ini.Alasan Prabowo maju ke arena Pilpres, lantaran dia melihat perkembangan politik kenegaraan yang sampai sekarang dianggap belum mampu mengatasi persoalan bangsa.Kabar majunya Prabowo sebenarnya sudah diduga sejak lama. Bahkan belakangan wajahnya sering muncul di iklan yang ditayangkan di sejumlah media. Untuk memuluskan jalannya, dia juga membidani kelahiran Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).Partai yang sudah dinyatakan lolos verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini akan dijadikan kendaraan politiknya. Sebab bila ia mengandalkan kendaraan politik sebelumnya, yakni Partai Golkar, tentu tidak mungkin. Sebab ia pasti tergeser oleh sang ketua umum Jusuf Kalla yang juga sedang berancang-ancang maju ke Pilpres 2009.Tidak aneh jika Prabowo merasa, selama berkecimpung di partai yang didirikan mantan mertuanya itu, dirinya kurang bisa maksimal dalam berkiprah dan dapat mengembangkan pikiran dan tenaganya.

"Saya merasa kurang maksimal dapat berkiprah dan dapat mengembangkan pikiran-pikiran saya, tenaga saya, apabila saya tetap berada di dalam Golkar," beber Prabowo mengungkapkan alasannya keluar dari naungan beringin.Dengan berganti partai, Prabowo berharap bisa lebih maksimal dalam menyampaikan pikiran dan pandangan-pandangannya, terutama di bidang perekonomian."Dengan menggunakan kendaraan politik yang baru (Gerindra), Prabowo punya kans untuk dicalonkan di Pilpres," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari kepada detikcom.

Sebelumnya pada Pemilu 2004, Prabowo memang sempat untuk maju sebagai calon dari Golkar di Pilpres. Namun dalam Konvensi Golkar, dia tidak lolos. Dia keok oleh Jenderal Purnawirawan Wiranto yang akhirnya maju sebagai capres dari Golkar saat itu.Nah, dengan menumpang Gerindra, kesempatan bagi Prabowo untuk maju di Pilpres terbuka lebar. Sebab Gerindra dalam Pemilu mendatang, seperti dikatakan Qodari, memiliki potensi besar menyedot suara. Partai ini, kata Qodari, didukung banyak kalangan, baik dari kalangan militer, nasionalis, Islam konservatif, hingga aktivis yang pernah jadi korban penculikan. Belum lagi kalangan petani dan nelayan sebagai basis pemilihnya."Jika Gerindra sukses melakukan implementasi menggarap pemilih dari kalangan petani maupun nelayan. Suara yang bisa diraih bisa signifikan," jelas Qodari.Tentang peluang Prabowo sebagai capres, Qodari juga melihat kalau mantan Pangkostrad ini cukup layak diperhitungkan oleh capres yang lain. Apalagi, Prabowo memiliki dana besar.Selain itu, dalam survei Indo Barometer, Prabowo termasuk salah satu nama yang sudah muncul di publik meski persentasenya masih kecil.Sementara dari survei yang dilakukan Lembaga Survei Nasional (LSN), sosok Prabowo juga mengalami peningkatan dukungan. Lembaga yang dipimpin Umar S Bakry ini menyatakan trend atau kecenderungan dukungan terhadap sejumlah capres alternatif seperti Prabowo terus meningkat.Survei LSN yang dilaksanakan tanggal 2-14 Mei 2008 memperlihatkan trend dukungan terhadap Prabowo meningkat. Dari survei yang dilaksanakan di 33 provinsi dengan jumlah sample sebanyak 1.225 orang, nama Prabowo meraih 7,9 persen. Padahal pada survei LSN pada Januari di tahun yang sama Prabowo memperoleh 7,7 persen. Berarti persentasenya mengalami peningkatan.Peningkatan dukungan ini, kata Umar S Bakry, karena Prabowo merupakan sosok yang cukup familiar di masyarakat. Selain pernah tercatat sebagai menantu penguasa Orde Baru, Soeharto. Karir militer pria kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1951 ini juga sangat bersinar.Alumnus Akabri Magelang tahun 1974 ini sempat disebut-sebut sebagai bintang paling bersinar di jajaran militer Indonesia di masanya. Ia dikenal cerdas dan berpengaruh, seiring dengan penempatannya sebagai penyandang tongkat komando di pos-pos strategis TNI AD. Tidak heran jika Prabowo merupakan satu-satunya jenderal termuda yang berhasil meraih bintang tiga di usianya yang ke-46.Namanya mulai diperhitungkan, sejak ia menjabat Danjen Kopassus, 1996 silam. Dua tahun kemudian, ayah satu anak ini dipromosikan menjadi Panglima Kostrad. Sayangnya, di pos ini dia hanya menjabat sekitar dua bulan. Sehari setelah Presiden Soeharto lengser, kedudukan Prabowo kemudian ikutan lengser. Ia sempat dimutasi menjadi Komandan Sesko ABRI, sebelum akhirnya dia memilih pensiun dini.Lepas dari militer, ia kemudian beralih menggeluti bidang usaha, mengikuti jejak keluarganya. Bisnis putra begawan ekonomi Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo ini kemudian melesat cepat beberapa tahun kemudian.Prabowo kini memimpin sejumlah perusahaan yang bergerak diberbagai bidang, seperti kelapa sawit, perikanan, pertanian, bubur kertas, minyak dan pertambangan. Sedangkan dalam organisasi, ia kemudian berhasil terpilih menjadi Ketua Umum HKTI, 5 Desember 2004, menggantikan Siswono Yudo Husodo.Politisi muda Partai Golkar, Yuddy Chrisnandi, menyatakan, di Golkar, Prabowo merupakan kader yang potensial. Sebab selain punya pemikiran yang cerdas, kata Yuddy, Prabowo sangat dikenal luas di masyarakat. "Sayangnya potensi yang dimilikinya tidak bisa berkembang saat di Golkar sehingga ia mengundurkan diri,"ujar Yuddy.Prabowo kini mengikuti jejak Wiranto, seniornya di TNI AD yang keluar dari Golkar dan membentuk partai baru. Ke depan, ia juga akan ikut arena perebutan kursi RI 1 bersama pensiunan jenderal lainnya, seperti Wiranto, Sutiyoso dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pilpres 2009.

Siapa Pemenangnya?Namun menurut pandangan Sukardi Rinakit, Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate, sekalipun sudah punya kendaraan politik, peluang Prabowo masih sulit. Soalnya Gerindra masih masuk dalam kategori partai kecil yang butuh waktu lama untuk berkembang. Apalagi syarat pencalonan untuk capres 2009, yang saat ini sedang digodok di DPR, diperkirakan akan lebih berat. Angkanya berkisar 20% sampai 30% suara hasil Pemilu 2009."Langkah Prabowo di Pilpres masih sangat berat. Sekalipun dia punya dukungan dana yang kuat. Karena kompetitornya saat ini yang juga dari kalangan militer sangat berat, seperti Wiranto maupun SBY (incumbent)," kata Sukardi.Sukardi kemudian memposisikan Prabowo berada satu level dengan Sutiyoso, mantan Gubernur DKI Jakarta, yang sudah lebih dulu menyatakan diri maju ke Pilpres. Sebab dua pensiunan jenderal bintang tiga ini sama-sama baru digadang oleh partai kecil dan masih baru. Prabowo saat ini baru diusung Gerindra.

Sedangkan Sutiyoso saat ini baru digadang oleh Partai Indonesia Sejahtera (PIS).Namun menurut Syarwan Hamid, Ketua Tim Sukses Sutiyoso, peluang untuk menggandeng partai-partai lain, terutama partai kelas menengah, seperti PKS dan PAN masih terbuka lebar. "Kita sampai saat ini masih kontak-kontakan dengan pimpinan partai-partai tersebut. Dan mereka masih memberi peluang kepada Bang Yos untuk maju," jelas Syarwan saat dihubungi detikcom.

Lain halnya dengan Wiranto, pensiunan jenderal bintang empat yang juga maju ke arena Pilpres 2009. Meski kendaraan politiknya Partai Hanura tergolong anyar. Tapi kata sukardi, secara struktural partai tersebut sangat bagus dan kuat. Sehingga Hanura diprediksi bisa menyedot suara yang signifikan dalam pemilu legislatif tahun depan.Dengan adanya Wiranto sebagai ketua umum akan berimplikasi terhadap perolehan suara Hanura di Pemilu 2009. Sebab Wiranto punya daya tarik cukup kuat di masyarakat. Hal ini terbukti dengan perolehan suaranya sekitar 22 persen suara dalam Pilpres 2004.Bahkan beberapa kalangan memprediksi potensi suara Hanura bisa menjadi ancaman bagi Partai Golkar. Alasannya, selain Wiranto mantan pengurus Golkar, mayoritas pemilih Wiranto pada Pilpres 2004 adalah pemilih Golkar. Bukan tidak mungkin sebagian suara partai berlambang beringin ini akan beralih ke Hanura yang dipimpin Wiranto.Prediksi Sukardi, di antara para pensiunan jenderal yang maju di ajang Pilpres 2009, peluang Wiranto relatif lebih besar. "Pesaing terberat Wiranto hanyalah incumbent, yakni
Presiden SBY," ujar Sukardi.Sukardi menjelaskan, untuk menandingi SBY, yang juga pensiunan jenderal bintang empat, Wiranto harus benar-benar kerja ekstra keras. Sebab sekalipun Wiranto memiliki tingkat pengenalan yang luas di masyarakat, tapi dari tingkat dukungan Wiranto masih kalah dari SBY. Apalagi Wiranto pernah dikalahkan SBY di Pemilu 2004."Dalam Pemilu 2009, saya kira kondisinya tidak berubah. SBY akan mampu mengungguli Wiranto dalam perolehan suara di Pilpres," kata Sukardi.

Hanya saja, imbuhnya, hal itu tergantung kinerja SBY. Jika kinerja SBY di penghujung jabatannya semakin buruk di mata publik, Wiranto kemungkinan besar bisa menyalip popularitas SBY. Kita tunggu saja.

Perang Bintang Pilpres 2009 (1)

Detiknews.com Jakarta - Majunya Prabowo Subianto di Pilpres menggenapkan daftar para jenderal yang akan bersaing di Pilpres 2009. Sebelumnya, Sutiyoso dan Wiranto telah lebih dahulu menyatakan diri maju ke arena Pilpres menghadapi incumbent Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga pensiunan jenderal.Hadirnya Prabowo di tengah persaingan membuat peta politik di Pilpres diprediksi banyak kalangan akan semakin seru. Sebab pola yang dilakukan para pensiunan TNI dalam mendulang suara pemilih akan sama, yakni berdasarkan pengalaman mereka saat dinas di militer.Sepertinya perang tidak jauh berbeda dengan pemilu. Perlu strategi yang matang untuk bisa mengungguli para pesaing dalam perolehan suara. Untuk itu para calon harus membentuk sebuah tim yang bertugas mencari kekuatan dan kelemahan calon dan lawan-lawannya. Setelah itu merancang strategi bagaimana caranya supaya jagonya meraih popularitas.

Dalam urusan strategi, kalangan militer bisa dibilang sebagai ahlinya. Jangan heran bila tokoh-tokoh politik, terutama yang berlatar belakang tentara, banyak merekrut rekan-rekannya dari pensiunan militer untuk mengisi tim sukses atau tim kampanyenya.

Sebut saja Sutiyoso, yang menggandeng mantan Kassospol ABRI Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid, sebagai ketua tim suksesnya bersama Mayjen Yusuf Kartanegara.

Sedangkan Wiranto didukung mantan Kasum TNI Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy, mantan Wakil Pangab Jenderal (Purn) Fachrul Razi, mantan Kasad Jenderal (Purn) Subagyo HS, mantan Kasal Laksamana Bernard Kent Sondakh, mantan Kapolri Jenderal (Pol) Chairul Ismail, serta Budi Santoso, Ary Mardjono, dan Abu Hartono.

Prabowo sendiri di sokong beberapa koleganya di Kopassus. Misalnya Muhdi PR, mantan Danjen Kopassus yang juga mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Mayjen Muchdi PR. Muchdi yang kini ditahan polisi karena diduga terlibat kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, saat ini duduk sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, kendaraan politik Prabowo.Adapun SBY yang akan mencalonkan diri kembali di Pilpres 2009 tentu saja punya sederet nama mantan petinggi militer di belakangnya. Baik yang dulu pernah ikut membantu pemenangan Pilpres 2004 maupun rekrutan baru yang akan membantunya menghadapi pilpres mendatang."Masuknya kalangan militer ke jajaran tim sukses salah satu calon yang juga berasal dari militer karena adanya hubungan emosional," jelas Sukardi Rinakit, Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate.

Sedangkan maraknya para pensiunan jenderal atau militer yang maju ke ajang pilpres, Sukardi melihat hal ini merupakan gejala mesianisme. Para pensiunan jenderal ini merasa yakin bisa menyelesaikan masalah bangsa. Sehingga mereka berusaha tampil untuk mengatasi beragam masalah yang saat ini sedang dihadapi bangsa.Nah, salah satu tawaran yang mereka ajukan adalah leadership atau sikap kepemimpinan.

Maklum saat mereka aktif di militer para calon masing-masing punya pengalaman dalam memimpin.
Misalnya Sutiyoso yang terakhir menjabat Pangdam plus mantan Gubernur DKI Jakarta. Prabowo pernah menjabat Pangkostrad serta Danjen Kopassus.
Sementara Wiranto pernah menjabat sebagai Menhankam/ Pangab."Dari pengalaman yang mereka punya diharapkan bisa mengatasi aneka persoalan yang sedang dihadapi bangsa saat ini," ujar Sukardi. Lantas bagaimana peluangnya? Sukardi melihat masing-masing punya peluang yang sama. Dan dari sasaran pemilih mereka juga punya segmen yang berbeda.

Misalnya Wiranto yang berupaya meraih dukungan dari kalangan keluarga besar TNI dan massa pendukung Golkar. Saat ini sejumlah posko Hanura berdiri di sejumlah kompleks perumahan prajurit TNI. Padahal pada 2004, posko-posko itu digunakan untuk penggalangan massa partai Demokrat kendaraan politik SBY.

Beralihnya sejumlah posko di sejumlah kompleks militer menandakan pergeseran dukungan sebagian keluarga besar TNI terhadap SBY.

Kondisi serupa diperkirakan akan terjadi di kantong-kantong massa Golkar. "Untuk merebut massa pendukung Golkar, bagi Wiranto bukan langkah sulit. Sebab bagaimanapun juga ia pernah memenangkan konvensi penjaringan capres dari Golkar 2004 silam," kata Muhammad Qodari dari Indo Barometer.

Sedangkan Prabowo dalam mencari massa pemilih cenderung memanfaatkan jaringan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang ia pimpin. Para petani dan nelayan diharapkan menjadi kantong-kantong suara bagi Prabowo. "Kalau Prabowo serius dalam implementasinya. Perolehan suara Partai Gerindra dari kalangan petani dan nelayan akan sangat signifikan," lanjut Qodari.

Adapun Sutiyoso punya sasaran tersendiri. Menurut Syarwan Hamid, ketua tim sukses Sutiyoso, untuk saat ini pihaknya lebih memfokuskan diri di wilayah Jawa. Untuk daerah-daerah lain di luar pulau hanya daerah-daerah tertentu saja.Alasan Syarwan, sosok Sutiyoso jauh lebih dikenal di pulau Jawa. Selain itu, kata Syarwan, kondisi keuangan Bang Yos tidak seperti calon-calon lainnya, seperti Wiranto, Prabowo atau SBY yang punya banyak dana untuk melakukankampanye."Supaya tidak kehabisan tenaga (dana) untuk saat ini kami tidak beriklan di media seperti calon-calon yang lain," jelas Syarwan. Mantan Wakil Ketua DPR di masa Orde Baru ini menambahkan, untuk melakukan promosi dan sosialisasi Sutiyoso, saat ini baru sebatas mendatangi basis massa secara langsung.(ddg/iy) -->


22 Juli 2008

9 Parpol (yg tidak lolos verifikasi) salurkan aspirasinya melalui HANURA

Jakarta, Media Centre - Sembilan partai politik (parpol) baru mengikrarkan diri berjuang bersama Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Kesembilan partai politik yang sepakat menyalurkan aspirasi politiknya dalam Pemilu 2009 melalui Partai Hanura adalah Partai Marhaen Jaya, Partai Kristen Indonesia (Parkindo) 45, Partai Pemersatu Nasionalis Indonesia (PPNI), Partai Kebangsaan, Partai Kristen Demokrat, Partai Kristen Nasional Demokrat Indonesia (Krisna-Dea), Partai Bhineka Indonesia (PBI), Partai Kebangkitan Rakyat (PKR) dan Partai Buruh.
Para Ketua dan fungsionaris kesembilan partai tersebut diterima oleh Ketua Umum Partai Hanura H Wiranto, SH di kantor DPP Partai Hanura, Jalan Diponegoro No. 1 Menteng, Jakarta, Selasa (22/7). Pada kesempatan tersebut Wiranto didampingi fungsionaris DPP Hanura lainnya seperti Fuad Bawazir, Suedi Marasabesy dan Nico Daryanto.

Dalam pertemuan itu, Partai Pemersatu Nasionalis Indonesia (PPNI) menyatakan kesiapannya mendukung Partai Hanura dan menjadi bagian dari perubahan yang akan dilakukan Partai Hanura, yakni perubahan untuk menyejahterakan rakyat.

Menurut John Kawilarang, salah seorang Ketua PPNI, partainya memutuskan manyalurkan aspirasi politiknya melalui Partai Hanura karena menyakini partai yang mengusung paradigma hati nurani rakyat ini mampu membawa perubahan. “Hati nurani adalah cerminan sikap jujur. Kejujuran ini yang saat ini dibutuhkan oleh negeri ini,” katanya. Menurut John, keputusan PPNI memilih Hanura tak lepas dari figur kepemimpinan Wiranto yang berani dan tegas.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Kristen Indonesia (Parkindo) 45 Raja Karina Brahmana menyatakan, partainya bergabung dengan Hanura karena melihat Indonesia perlu membangun gerakan politik yang bermoral dan memegang etika. “Hal itu saat ini sudah hilang. Hanura dengan gerakan hati nurani rakyat mengedepankan moral dan etika,” katanya. Selain soal etika dan moral, Parkindo 45 juga prihatin dengan hilangnya nilai-nilai kejuangan 45 bangsa Indonesia . “Rasa persatuan dan kebangsaan sudah hampir hilang. Kami siap mendukung perjuangan Hanura jika Hanura konsisten dengan persatuan dan kebangsaan,” katanya lagi.

Ketua Partai Kristen Demokrat (PDK) Tommy Sihotang menyatakan, banyak orang menunggu dan menaruh harapan pada Wiranto karena Ketua Umum Partai Hanura ini sudah membuktikan komitmennya yakni berjuang untuk rakyat. “Pak Wiranto punya dua kali kesempatan untuk menjadi pimpinan negeri ini, tapi Pak Wiranto memilih tak menggunakannya karena lebih mementingkan persatuan dan kesatuan bangsa. Banyak orang mengatakan karakter asli seseorang baru muncul saat punya kekuasaan. Pak Wiranto sudah membuktikan.

Kekuasaan yang dimilikinya tak membuatnya lupa pada kepentingan rakyat,” katanya sambil menambahkan, PKD juga menaruh harapan besar pada Wiranto dan Hanura.
Wiranto mengatakan keputusan sembilan parpol untuk menyalurkan aspirasi politiknya melalui Partai Hanura adalah sesuatu yang baik karena untuk melakukan perubahan memang diperlukan kekuatan yang besar, setidaknya diperlukan kekuatan yang mampu mengungguli kekuatan parpol lama.

“Setelah kita bicara ternyata suara kita sama dengan suara mereka, yakni ingin melakukan perubahan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Saya yakin kami bisa menjadi bagian proses perubahan itu,” tegas Wiranto.* (Rth)

Daerah Pemilihan

Siapapun yang dijagokan, harus JADI. Kalkulasi politik harus cermat & akurat, rekrutmen konstituen terdata sistematis, kekuatan & kelemahan pesaing terpetakan dengan baik, yang terpenting bekerja keras dan KONSISTEN. selamat dan sukses.

  • Daerah Pemilihan I : Kec. Pemalang dan Kec. Taman
  • Daerah Pemilihan II: Kec. Petarukan dan Kec. Ampelgading
  • Daerah Pemilihan III: Kec. Bantarbolang, Kec. Randudongkal dan Kec. Warungpring
  • Daerah Pemilihan IV : Kec. Ulujami, Kec. Comal dan Kec. Bodeh
  • Daerah Pemilihan V : Kec. Moga, Kec. Pulosari, Kec. Belik dan Kec. Watukumpul.

Korelasi Tidur dengan Mimpi

Kalo kita cuman tidur, hasilnya MIMPI