24 September 2008

Mutiara Hikmah Idul Fitri



DPC Partai HANURA Kabupaten Pemalang, menghaturkan Selamat Idul Fitri 1429 H kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Pemalang, khususnya kepada KADER Partai HANURA Pemalang. Selamat berjuang dengan mengedepankan Hati Nurani.
Minal Aidin Wal Faizin

Ya Allah, bagi-Mu segala pujian dengan pengakuan akan keburukan dan kesadaran akan kelalaian. Dari HATI NURANI kami yang paling dalam, dari lidah kami permohonan maaf yang paling tulus
Karuniakan kepada kami dengan segala kekurangan kami di bulan-Mu yang agung ini Maghfirah, rahmat, keberkahan dan kedamaian yang menyampaikan kami pada kemuliaan dan ridha-Mu.Shalawat dan salam dari kami untuk Rasul yang agung dan keluarganya yang suci. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H.Mohon Maaf lahir dan batin.






24 Juli 2008

Salam dari RUSDI SALEH Sekretaris DPC HANURA Pemalang

Partai Hanura secara nasional sudah kian banyak dilirik dan dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat. Secara regional untuk di Jawa Tengah khususnya untuk partai Hanura DPC Kab Pemalang banyak masyarakat antusias menyatakan diri bergabung dengan partai Hanura, sebagai contoh :
  • Mas Mugiono yang beralamatkan di Desa Pondowo Kec. Bodeh, dia seorang karyawan pabrik tekstil terbesar di Kab. Pekalongan ingin memboyong semua kawan-kawan Karyawan pabrik tekstil, untuk mendukung keberadaan partai Hanura DPC Kab. Pemalang demi suksesnya Hanura di Pemulu 2009
  • Mas Moh. Faizin yang beralamat di Desa Pecangakan Comal ( Fungsionaris Partai Demokrat DPC Kab. Pemalang dengan suka rela bergabung ke Partai Hanura.
  • Bp. H Moh. Tolhah (Imam Masjid Jamik Comal yang juga mantan kepala Desa dulu aktif di PKB sekarang bergabung ke Partai Hanura dan sebagai DEWAN PENASEHAT PAC HANURA KEC. COMAL
  • Tidak Mau Ketinggalan ketua Yayasan Tunas Karya yang juga mantan kepala Desa Sidorejo Comal, bergegas mimta dibuatkan KTA Partai Hanura, SIAPAKAH DIA!!!!!! Beliau adalah Moh. H. Kudlori suami dari hajah Suati, yang sebagai anggota dewan penasehat HANURA DPC Pemalang.

    WAHHHHHHHHH……… HeBoH DoOOOng klO Gitu, kAggEt AkUUU…..
    Salam buat Sahabatku Bp. Budiman.

Perang Bintang Pilpres 2009 (2)

MENYALIP DI UJUNG JABATAN

Detiknews.com Jakarta - Satu lagi purnawirawan jenderal yang menyatakan diri maju di ajang Pilpres 2009. Dia adalah Letjen Purn TNI Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus tersebut mengumumkan secara terbuka niatnya itu pekan ini.Alasan Prabowo maju ke arena Pilpres, lantaran dia melihat perkembangan politik kenegaraan yang sampai sekarang dianggap belum mampu mengatasi persoalan bangsa.Kabar majunya Prabowo sebenarnya sudah diduga sejak lama. Bahkan belakangan wajahnya sering muncul di iklan yang ditayangkan di sejumlah media. Untuk memuluskan jalannya, dia juga membidani kelahiran Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).Partai yang sudah dinyatakan lolos verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini akan dijadikan kendaraan politiknya. Sebab bila ia mengandalkan kendaraan politik sebelumnya, yakni Partai Golkar, tentu tidak mungkin. Sebab ia pasti tergeser oleh sang ketua umum Jusuf Kalla yang juga sedang berancang-ancang maju ke Pilpres 2009.Tidak aneh jika Prabowo merasa, selama berkecimpung di partai yang didirikan mantan mertuanya itu, dirinya kurang bisa maksimal dalam berkiprah dan dapat mengembangkan pikiran dan tenaganya.

"Saya merasa kurang maksimal dapat berkiprah dan dapat mengembangkan pikiran-pikiran saya, tenaga saya, apabila saya tetap berada di dalam Golkar," beber Prabowo mengungkapkan alasannya keluar dari naungan beringin.Dengan berganti partai, Prabowo berharap bisa lebih maksimal dalam menyampaikan pikiran dan pandangan-pandangannya, terutama di bidang perekonomian."Dengan menggunakan kendaraan politik yang baru (Gerindra), Prabowo punya kans untuk dicalonkan di Pilpres," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari kepada detikcom.

Sebelumnya pada Pemilu 2004, Prabowo memang sempat untuk maju sebagai calon dari Golkar di Pilpres. Namun dalam Konvensi Golkar, dia tidak lolos. Dia keok oleh Jenderal Purnawirawan Wiranto yang akhirnya maju sebagai capres dari Golkar saat itu.Nah, dengan menumpang Gerindra, kesempatan bagi Prabowo untuk maju di Pilpres terbuka lebar. Sebab Gerindra dalam Pemilu mendatang, seperti dikatakan Qodari, memiliki potensi besar menyedot suara. Partai ini, kata Qodari, didukung banyak kalangan, baik dari kalangan militer, nasionalis, Islam konservatif, hingga aktivis yang pernah jadi korban penculikan. Belum lagi kalangan petani dan nelayan sebagai basis pemilihnya."Jika Gerindra sukses melakukan implementasi menggarap pemilih dari kalangan petani maupun nelayan. Suara yang bisa diraih bisa signifikan," jelas Qodari.Tentang peluang Prabowo sebagai capres, Qodari juga melihat kalau mantan Pangkostrad ini cukup layak diperhitungkan oleh capres yang lain. Apalagi, Prabowo memiliki dana besar.Selain itu, dalam survei Indo Barometer, Prabowo termasuk salah satu nama yang sudah muncul di publik meski persentasenya masih kecil.Sementara dari survei yang dilakukan Lembaga Survei Nasional (LSN), sosok Prabowo juga mengalami peningkatan dukungan. Lembaga yang dipimpin Umar S Bakry ini menyatakan trend atau kecenderungan dukungan terhadap sejumlah capres alternatif seperti Prabowo terus meningkat.Survei LSN yang dilaksanakan tanggal 2-14 Mei 2008 memperlihatkan trend dukungan terhadap Prabowo meningkat. Dari survei yang dilaksanakan di 33 provinsi dengan jumlah sample sebanyak 1.225 orang, nama Prabowo meraih 7,9 persen. Padahal pada survei LSN pada Januari di tahun yang sama Prabowo memperoleh 7,7 persen. Berarti persentasenya mengalami peningkatan.Peningkatan dukungan ini, kata Umar S Bakry, karena Prabowo merupakan sosok yang cukup familiar di masyarakat. Selain pernah tercatat sebagai menantu penguasa Orde Baru, Soeharto. Karir militer pria kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1951 ini juga sangat bersinar.Alumnus Akabri Magelang tahun 1974 ini sempat disebut-sebut sebagai bintang paling bersinar di jajaran militer Indonesia di masanya. Ia dikenal cerdas dan berpengaruh, seiring dengan penempatannya sebagai penyandang tongkat komando di pos-pos strategis TNI AD. Tidak heran jika Prabowo merupakan satu-satunya jenderal termuda yang berhasil meraih bintang tiga di usianya yang ke-46.Namanya mulai diperhitungkan, sejak ia menjabat Danjen Kopassus, 1996 silam. Dua tahun kemudian, ayah satu anak ini dipromosikan menjadi Panglima Kostrad. Sayangnya, di pos ini dia hanya menjabat sekitar dua bulan. Sehari setelah Presiden Soeharto lengser, kedudukan Prabowo kemudian ikutan lengser. Ia sempat dimutasi menjadi Komandan Sesko ABRI, sebelum akhirnya dia memilih pensiun dini.Lepas dari militer, ia kemudian beralih menggeluti bidang usaha, mengikuti jejak keluarganya. Bisnis putra begawan ekonomi Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo ini kemudian melesat cepat beberapa tahun kemudian.Prabowo kini memimpin sejumlah perusahaan yang bergerak diberbagai bidang, seperti kelapa sawit, perikanan, pertanian, bubur kertas, minyak dan pertambangan. Sedangkan dalam organisasi, ia kemudian berhasil terpilih menjadi Ketua Umum HKTI, 5 Desember 2004, menggantikan Siswono Yudo Husodo.Politisi muda Partai Golkar, Yuddy Chrisnandi, menyatakan, di Golkar, Prabowo merupakan kader yang potensial. Sebab selain punya pemikiran yang cerdas, kata Yuddy, Prabowo sangat dikenal luas di masyarakat. "Sayangnya potensi yang dimilikinya tidak bisa berkembang saat di Golkar sehingga ia mengundurkan diri,"ujar Yuddy.Prabowo kini mengikuti jejak Wiranto, seniornya di TNI AD yang keluar dari Golkar dan membentuk partai baru. Ke depan, ia juga akan ikut arena perebutan kursi RI 1 bersama pensiunan jenderal lainnya, seperti Wiranto, Sutiyoso dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pilpres 2009.

Siapa Pemenangnya?Namun menurut pandangan Sukardi Rinakit, Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate, sekalipun sudah punya kendaraan politik, peluang Prabowo masih sulit. Soalnya Gerindra masih masuk dalam kategori partai kecil yang butuh waktu lama untuk berkembang. Apalagi syarat pencalonan untuk capres 2009, yang saat ini sedang digodok di DPR, diperkirakan akan lebih berat. Angkanya berkisar 20% sampai 30% suara hasil Pemilu 2009."Langkah Prabowo di Pilpres masih sangat berat. Sekalipun dia punya dukungan dana yang kuat. Karena kompetitornya saat ini yang juga dari kalangan militer sangat berat, seperti Wiranto maupun SBY (incumbent)," kata Sukardi.Sukardi kemudian memposisikan Prabowo berada satu level dengan Sutiyoso, mantan Gubernur DKI Jakarta, yang sudah lebih dulu menyatakan diri maju ke Pilpres. Sebab dua pensiunan jenderal bintang tiga ini sama-sama baru digadang oleh partai kecil dan masih baru. Prabowo saat ini baru diusung Gerindra.

Sedangkan Sutiyoso saat ini baru digadang oleh Partai Indonesia Sejahtera (PIS).Namun menurut Syarwan Hamid, Ketua Tim Sukses Sutiyoso, peluang untuk menggandeng partai-partai lain, terutama partai kelas menengah, seperti PKS dan PAN masih terbuka lebar. "Kita sampai saat ini masih kontak-kontakan dengan pimpinan partai-partai tersebut. Dan mereka masih memberi peluang kepada Bang Yos untuk maju," jelas Syarwan saat dihubungi detikcom.

Lain halnya dengan Wiranto, pensiunan jenderal bintang empat yang juga maju ke arena Pilpres 2009. Meski kendaraan politiknya Partai Hanura tergolong anyar. Tapi kata sukardi, secara struktural partai tersebut sangat bagus dan kuat. Sehingga Hanura diprediksi bisa menyedot suara yang signifikan dalam pemilu legislatif tahun depan.Dengan adanya Wiranto sebagai ketua umum akan berimplikasi terhadap perolehan suara Hanura di Pemilu 2009. Sebab Wiranto punya daya tarik cukup kuat di masyarakat. Hal ini terbukti dengan perolehan suaranya sekitar 22 persen suara dalam Pilpres 2004.Bahkan beberapa kalangan memprediksi potensi suara Hanura bisa menjadi ancaman bagi Partai Golkar. Alasannya, selain Wiranto mantan pengurus Golkar, mayoritas pemilih Wiranto pada Pilpres 2004 adalah pemilih Golkar. Bukan tidak mungkin sebagian suara partai berlambang beringin ini akan beralih ke Hanura yang dipimpin Wiranto.Prediksi Sukardi, di antara para pensiunan jenderal yang maju di ajang Pilpres 2009, peluang Wiranto relatif lebih besar. "Pesaing terberat Wiranto hanyalah incumbent, yakni
Presiden SBY," ujar Sukardi.Sukardi menjelaskan, untuk menandingi SBY, yang juga pensiunan jenderal bintang empat, Wiranto harus benar-benar kerja ekstra keras. Sebab sekalipun Wiranto memiliki tingkat pengenalan yang luas di masyarakat, tapi dari tingkat dukungan Wiranto masih kalah dari SBY. Apalagi Wiranto pernah dikalahkan SBY di Pemilu 2004."Dalam Pemilu 2009, saya kira kondisinya tidak berubah. SBY akan mampu mengungguli Wiranto dalam perolehan suara di Pilpres," kata Sukardi.

Hanya saja, imbuhnya, hal itu tergantung kinerja SBY. Jika kinerja SBY di penghujung jabatannya semakin buruk di mata publik, Wiranto kemungkinan besar bisa menyalip popularitas SBY. Kita tunggu saja.

Perang Bintang Pilpres 2009 (1)

Detiknews.com Jakarta - Majunya Prabowo Subianto di Pilpres menggenapkan daftar para jenderal yang akan bersaing di Pilpres 2009. Sebelumnya, Sutiyoso dan Wiranto telah lebih dahulu menyatakan diri maju ke arena Pilpres menghadapi incumbent Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga pensiunan jenderal.Hadirnya Prabowo di tengah persaingan membuat peta politik di Pilpres diprediksi banyak kalangan akan semakin seru. Sebab pola yang dilakukan para pensiunan TNI dalam mendulang suara pemilih akan sama, yakni berdasarkan pengalaman mereka saat dinas di militer.Sepertinya perang tidak jauh berbeda dengan pemilu. Perlu strategi yang matang untuk bisa mengungguli para pesaing dalam perolehan suara. Untuk itu para calon harus membentuk sebuah tim yang bertugas mencari kekuatan dan kelemahan calon dan lawan-lawannya. Setelah itu merancang strategi bagaimana caranya supaya jagonya meraih popularitas.

Dalam urusan strategi, kalangan militer bisa dibilang sebagai ahlinya. Jangan heran bila tokoh-tokoh politik, terutama yang berlatar belakang tentara, banyak merekrut rekan-rekannya dari pensiunan militer untuk mengisi tim sukses atau tim kampanyenya.

Sebut saja Sutiyoso, yang menggandeng mantan Kassospol ABRI Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid, sebagai ketua tim suksesnya bersama Mayjen Yusuf Kartanegara.

Sedangkan Wiranto didukung mantan Kasum TNI Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy, mantan Wakil Pangab Jenderal (Purn) Fachrul Razi, mantan Kasad Jenderal (Purn) Subagyo HS, mantan Kasal Laksamana Bernard Kent Sondakh, mantan Kapolri Jenderal (Pol) Chairul Ismail, serta Budi Santoso, Ary Mardjono, dan Abu Hartono.

Prabowo sendiri di sokong beberapa koleganya di Kopassus. Misalnya Muhdi PR, mantan Danjen Kopassus yang juga mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Mayjen Muchdi PR. Muchdi yang kini ditahan polisi karena diduga terlibat kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, saat ini duduk sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, kendaraan politik Prabowo.Adapun SBY yang akan mencalonkan diri kembali di Pilpres 2009 tentu saja punya sederet nama mantan petinggi militer di belakangnya. Baik yang dulu pernah ikut membantu pemenangan Pilpres 2004 maupun rekrutan baru yang akan membantunya menghadapi pilpres mendatang."Masuknya kalangan militer ke jajaran tim sukses salah satu calon yang juga berasal dari militer karena adanya hubungan emosional," jelas Sukardi Rinakit, Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate.

Sedangkan maraknya para pensiunan jenderal atau militer yang maju ke ajang pilpres, Sukardi melihat hal ini merupakan gejala mesianisme. Para pensiunan jenderal ini merasa yakin bisa menyelesaikan masalah bangsa. Sehingga mereka berusaha tampil untuk mengatasi beragam masalah yang saat ini sedang dihadapi bangsa.Nah, salah satu tawaran yang mereka ajukan adalah leadership atau sikap kepemimpinan.

Maklum saat mereka aktif di militer para calon masing-masing punya pengalaman dalam memimpin.
Misalnya Sutiyoso yang terakhir menjabat Pangdam plus mantan Gubernur DKI Jakarta. Prabowo pernah menjabat Pangkostrad serta Danjen Kopassus.
Sementara Wiranto pernah menjabat sebagai Menhankam/ Pangab."Dari pengalaman yang mereka punya diharapkan bisa mengatasi aneka persoalan yang sedang dihadapi bangsa saat ini," ujar Sukardi. Lantas bagaimana peluangnya? Sukardi melihat masing-masing punya peluang yang sama. Dan dari sasaran pemilih mereka juga punya segmen yang berbeda.

Misalnya Wiranto yang berupaya meraih dukungan dari kalangan keluarga besar TNI dan massa pendukung Golkar. Saat ini sejumlah posko Hanura berdiri di sejumlah kompleks perumahan prajurit TNI. Padahal pada 2004, posko-posko itu digunakan untuk penggalangan massa partai Demokrat kendaraan politik SBY.

Beralihnya sejumlah posko di sejumlah kompleks militer menandakan pergeseran dukungan sebagian keluarga besar TNI terhadap SBY.

Kondisi serupa diperkirakan akan terjadi di kantong-kantong massa Golkar. "Untuk merebut massa pendukung Golkar, bagi Wiranto bukan langkah sulit. Sebab bagaimanapun juga ia pernah memenangkan konvensi penjaringan capres dari Golkar 2004 silam," kata Muhammad Qodari dari Indo Barometer.

Sedangkan Prabowo dalam mencari massa pemilih cenderung memanfaatkan jaringan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang ia pimpin. Para petani dan nelayan diharapkan menjadi kantong-kantong suara bagi Prabowo. "Kalau Prabowo serius dalam implementasinya. Perolehan suara Partai Gerindra dari kalangan petani dan nelayan akan sangat signifikan," lanjut Qodari.

Adapun Sutiyoso punya sasaran tersendiri. Menurut Syarwan Hamid, ketua tim sukses Sutiyoso, untuk saat ini pihaknya lebih memfokuskan diri di wilayah Jawa. Untuk daerah-daerah lain di luar pulau hanya daerah-daerah tertentu saja.Alasan Syarwan, sosok Sutiyoso jauh lebih dikenal di pulau Jawa. Selain itu, kata Syarwan, kondisi keuangan Bang Yos tidak seperti calon-calon lainnya, seperti Wiranto, Prabowo atau SBY yang punya banyak dana untuk melakukankampanye."Supaya tidak kehabisan tenaga (dana) untuk saat ini kami tidak beriklan di media seperti calon-calon yang lain," jelas Syarwan. Mantan Wakil Ketua DPR di masa Orde Baru ini menambahkan, untuk melakukan promosi dan sosialisasi Sutiyoso, saat ini baru sebatas mendatangi basis massa secara langsung.(ddg/iy) -->


22 Juli 2008

9 Parpol (yg tidak lolos verifikasi) salurkan aspirasinya melalui HANURA

Jakarta, Media Centre - Sembilan partai politik (parpol) baru mengikrarkan diri berjuang bersama Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Kesembilan partai politik yang sepakat menyalurkan aspirasi politiknya dalam Pemilu 2009 melalui Partai Hanura adalah Partai Marhaen Jaya, Partai Kristen Indonesia (Parkindo) 45, Partai Pemersatu Nasionalis Indonesia (PPNI), Partai Kebangsaan, Partai Kristen Demokrat, Partai Kristen Nasional Demokrat Indonesia (Krisna-Dea), Partai Bhineka Indonesia (PBI), Partai Kebangkitan Rakyat (PKR) dan Partai Buruh.
Para Ketua dan fungsionaris kesembilan partai tersebut diterima oleh Ketua Umum Partai Hanura H Wiranto, SH di kantor DPP Partai Hanura, Jalan Diponegoro No. 1 Menteng, Jakarta, Selasa (22/7). Pada kesempatan tersebut Wiranto didampingi fungsionaris DPP Hanura lainnya seperti Fuad Bawazir, Suedi Marasabesy dan Nico Daryanto.

Dalam pertemuan itu, Partai Pemersatu Nasionalis Indonesia (PPNI) menyatakan kesiapannya mendukung Partai Hanura dan menjadi bagian dari perubahan yang akan dilakukan Partai Hanura, yakni perubahan untuk menyejahterakan rakyat.

Menurut John Kawilarang, salah seorang Ketua PPNI, partainya memutuskan manyalurkan aspirasi politiknya melalui Partai Hanura karena menyakini partai yang mengusung paradigma hati nurani rakyat ini mampu membawa perubahan. “Hati nurani adalah cerminan sikap jujur. Kejujuran ini yang saat ini dibutuhkan oleh negeri ini,” katanya. Menurut John, keputusan PPNI memilih Hanura tak lepas dari figur kepemimpinan Wiranto yang berani dan tegas.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Kristen Indonesia (Parkindo) 45 Raja Karina Brahmana menyatakan, partainya bergabung dengan Hanura karena melihat Indonesia perlu membangun gerakan politik yang bermoral dan memegang etika. “Hal itu saat ini sudah hilang. Hanura dengan gerakan hati nurani rakyat mengedepankan moral dan etika,” katanya. Selain soal etika dan moral, Parkindo 45 juga prihatin dengan hilangnya nilai-nilai kejuangan 45 bangsa Indonesia . “Rasa persatuan dan kebangsaan sudah hampir hilang. Kami siap mendukung perjuangan Hanura jika Hanura konsisten dengan persatuan dan kebangsaan,” katanya lagi.

Ketua Partai Kristen Demokrat (PDK) Tommy Sihotang menyatakan, banyak orang menunggu dan menaruh harapan pada Wiranto karena Ketua Umum Partai Hanura ini sudah membuktikan komitmennya yakni berjuang untuk rakyat. “Pak Wiranto punya dua kali kesempatan untuk menjadi pimpinan negeri ini, tapi Pak Wiranto memilih tak menggunakannya karena lebih mementingkan persatuan dan kesatuan bangsa. Banyak orang mengatakan karakter asli seseorang baru muncul saat punya kekuasaan. Pak Wiranto sudah membuktikan.

Kekuasaan yang dimilikinya tak membuatnya lupa pada kepentingan rakyat,” katanya sambil menambahkan, PKD juga menaruh harapan besar pada Wiranto dan Hanura.
Wiranto mengatakan keputusan sembilan parpol untuk menyalurkan aspirasi politiknya melalui Partai Hanura adalah sesuatu yang baik karena untuk melakukan perubahan memang diperlukan kekuatan yang besar, setidaknya diperlukan kekuatan yang mampu mengungguli kekuatan parpol lama.

“Setelah kita bicara ternyata suara kita sama dengan suara mereka, yakni ingin melakukan perubahan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Saya yakin kami bisa menjadi bagian proses perubahan itu,” tegas Wiranto.* (Rth)

Daerah Pemilihan

Siapapun yang dijagokan, harus JADI. Kalkulasi politik harus cermat & akurat, rekrutmen konstituen terdata sistematis, kekuatan & kelemahan pesaing terpetakan dengan baik, yang terpenting bekerja keras dan KONSISTEN. selamat dan sukses.

  • Daerah Pemilihan I : Kec. Pemalang dan Kec. Taman
  • Daerah Pemilihan II: Kec. Petarukan dan Kec. Ampelgading
  • Daerah Pemilihan III: Kec. Bantarbolang, Kec. Randudongkal dan Kec. Warungpring
  • Daerah Pemilihan IV : Kec. Ulujami, Kec. Comal dan Kec. Bodeh
  • Daerah Pemilihan V : Kec. Moga, Kec. Pulosari, Kec. Belik dan Kec. Watukumpul.

Korelasi Tidur dengan Mimpi

Kalo kita cuman tidur, hasilnya MIMPI

17 Juli 2008

Bekerja untuk keunggulan Bangsa

Artinya seluruh kader Partai HANURA:

  • Sadar akan pentingnya membangun bangsa yang berkualitas untuk berkompetisi di pentas global.

  • Sanggup bekerja keras demi kemajuan bangsa.

  • Berjuang melahirkan sumber daya manusia yang unggul.

  • Meneguhkan kembali komitmen mengolah semua potensi sumber daya alam bagi kesejahteraan seluruh bangsa.

Saatnya Hatinurani Bicara

  • Reformasi memang telah memberikan kebebasan, namun harus dibayar mahal dengan hilangnya rasa persaudaraan sebagai bangsa, dan digantikan perasaan yang penuh kebencian, dendam, curiga, saling hujat, bertengkar satu dengan yang lain, bahkan terkadang saling menyerang antar anak bangsa.
  • Keterpurukan ini tidak lain adalah buah dari nafsu yang tidak terbendung, yang tidak dapat dikendalikan.
  • Lawan dari nafsu (dalam Islam disebut nafsu zulmani) adalah kekuatan hati nurani.
    Saatnya semua elemen bangsa diajak kembali menggunakan hati nuraninya dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.
  • Jika hati nurani mulai bicara maka sesama anak bangsa akan saling asih, asah, dan asuh, dan pada akhirnya akan terbangun suasana yang tertib, aman, dan sejahtera.

Struktur Organisasi Partai

  • Tingkat pusat, tingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota, tingkat kecamatan, tingkat desa/kelurahan, bahkan sampai RT/RW.
  • Kepengurusan tingkat pusat terdiri dari Dewan Penasehat, Majelis Pakar, Dewan Pimpinan Pusat dan Organisasi Sayap.
  • Para pengurus dipilih dari tokoh/kader partai yang memiliki komitmen terhadap perjuangan partai.
  • Bagi para pengurus yang mengingkari komitmennya akan terus-menerus dilakukan penggantian secara terus-menerus.

NKRI, Pacasila dan UUD 45

  • NKRI, Pancasila, serta UUD 1945 adalah kesepakatan kolektif bangsa yang harus dipertahankan dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.
  • Apabila ada niat melakukan penyempurnaan UUD 1945 harus melalui kesepakatan kolektif bangsa dengan dibangun terlebih dahulu grand design yang komprehensif melalui uji sahih/uji publik yang kredibel.
  • Penyempurnaan UUD 1945 bukan diserahkan semata-mata kepada kaum politisi, tetapi dilakukan bersama-sama dengan para arsitek konstitusi yang benar-benar ahli di bidangnya.
  • Dalam catatan sejarah bangsa, mengutak-atik NKRI, Pancasila, dan UUD 1945 hanya akan menimbulkan perpecahan bangsa dan bukan menghasilkan kebaikan.

Mengapa disebut Partai Organik


  • Kebalikan partai organik adalah partai mesin, yaitu partai yang hanya bergerak kalau ada instruksi dan pasokan bahan bakar dari pusat. Partai semacam ini bukan partai perjuangan, bukan partai pengabdian. Fondasinya rapuh, semangatnya diukur dari fulus semata.

  • Partai organik adalah seperti jamur yang tumbuh di mana saja dalam keadaan bagaimana pun juga, mampu menghidupi dirinya sendiri dengan memanfaatkan lingkungannya.
    Pusat partai telah menyediakan dukungan awal dan bibit unggul yang dipercaya rakyat akan membantu kesejahteraan, selanjutnya ditanam, dirawat, dan dipanen oleh para pengurus partai di seluruh daerah.

  • Pusat partai tetap menyiapkan berbagai sarana dan cadangan yang cukup untuk menghadapi kondisi yang tak terduga, terutama menghadapi event penting.

  • Partai HANURA bukan mesin politik maka ia akan terus bergerak dan tumbuh, tanpa harus menunggu petunjuk serta dukungan dari pusat.

Tugas Pokok Partai

  • Partai membangun organisasi yang solid dan merakyat di semua tingkatan.
  • Melakukan rekrutmen dan kaderisasi serta upaya-upaya taktis dan strategis untuk memenangkan perebutan hati rakyat, pemilu legislatif, pemilihan presiden/wakil presiden dan pemilihan kepala daerah/wakil kepala daerah.
  • Untuk melaksanakan misi partai dalam rangka mewujudkan kemandirian bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Misi Partai Hanura

  • Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa melalui penyelenggaraan negara yang demokratis, transparan, akuntabel, dengan senantiasa berdasar pada Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Melahirkan pemimpin yang bertakwa, jujur, berani, tegas, dan berkemampuan, yang dalam menjalankan tugas selalu mengedepankan hati nurani.
  • Menegakkan hak dan kewajiban asasi manusia dan supremasi hukum yang berkeadilan secara konsisten, sehingga dapat menghadirkan kepastian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  • Membangun sumber daya manusia yang sehat dan terdidik yang didasari akhlak dan moral yang baik serta memberi kesempatan seluas-luasnya kepada kaum perempuan dan pemuda untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
  • Membangun ekonomi nasional yang berkeadilan dan berwawasan lingkungan serta membuka kesempatan usaha dan lapangan kerja yang seluas-luasnya untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rakyat.
  • Memberantas korupsi secara total dalam rangka mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan bermartabat.
  • Mengembangkan Otonomi Daerah untuk lebih memacu pembangunan di seluruh tanah air dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Visi Partai

Kemandirian BangsaBangsa dan Kesejahteraan Rakyat.

Kemandirian BangsaBangsa.

Indonesia saat ini terasa tidak mandiri lagi. Banyak tekanan dan intervensi asing yang sudah merajalela merugikan kehidupan seluruh bangsa. Kita harus rebut kembali, bangun kembali kemandirian kita dalam penyelenggaraan negara.

Kesejahteraan Rakyat.

Sebuah kata yang sudah sangat sering diucapkan tetapi sangat sulit diwujudkan. Semua kader Partai HANURA yang juga calon pemimpin bangsa, di benaknya harus selalu tertanam kalimat 'kesejahteraan rakyat Indonesia', sekaligus mampu berusaha menghadirkannya

Azas, Ciri dan Nilai Dasar Perjuangan

Ketakwaan; dalam gerak langkahnya senantiasa mendasarkan pada nilai etika dan moralitas atas dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kemandirian; pribadi yang bermartabat dengan mengutamakan sumber daya manusia dan sumber daya alam untuk keunggulan bangsa, tanpa harus bergantung pada pihak lain dan terbebas dari intervensi pihak asing.
Kebersamaan; selalu menjalin keharmonisan dari keberagaman etnis, suku, agama, bahasa, dan adat istiadat.
Kerakyatan; peka dan tanggap terhadap aspirasi, tuntutan, kondisi, dan harapan rakyat serta konsisten dalam memperjuangkannya.
Kesederhanaan; selalu mengedepankan sikap dan perilaku yang bersahaja.

Lambang Partai


Gambar lambang berbentuk empat persegi panjang dengan warna putih-merah-putih mendatar, pada bagian merah bertuliskan HANURA warna putih dengan ujung meruncing berbentuk anak panah melesat maju menembus warna coklat tanah dan pada bagian putih bawah tertulis PARTAI HATI NURANI RAKYAT warna hitam.

Arti warna pada lambang:

Lambang terdiri dari warna putih, merah, hitam dan coklat tanah.

a. Warna putih bermakna kesucian dalam mengemban amanah hati nurani rakyat.

b. Warna merah bermakna keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan perjuangan.

c. Warna coklat tanah bermakna kearifan dalam mewujudkan kemandirian bangsa dan kesejahteraan rakyat.

d. Warna hitam bermakna keteguhan hati dan ketegasan sikap dalam mencapai cita-cita perjuangan.

Arti simbol pada lambang:
a. Anak panah bersudut lima melambangkan cita-cita yang akan dicapai berlandaskan Pancasila.
b. Tulisan HANURA di tengah anak panah melambangkan derap langkah perjuangan Partai yang selalu bergerak maju mengemban amanah hati nurani rakyat.
c. Gambar lambang berbentuk empat persegi panjang bermakna komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah NKRI.

Arti lambang secara keseluruhan adalah Partai HANURA sebagai pengemban amanah suci hati nurani rakyat, senantiasa teguh berjuang menghadapi berbagai tantangan untuk mewujudkan kemandirian bangsa dan kesejahteraan rakyat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Makna Hati Nurani

  • Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (Badudu-Zain, Sinar Harapan, 2001) kata 'hati nurani' diartikan perasaan yang dalam, batin.
  • Islam mengenal kata bashirah untuk menyebut hati nurani, yang berarti pandangan mata batin. Sesungguhnya, di dalam hal yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang memiliki mata hati (bashirah). (QS. Ali Imran: 13) Bashirah selalu konsisten kepada kebenaran dan kejujuran.
  • Dokumen Konsili Vatikan II, GS 16 mencatat, hati nurani merupakan petunjuk dan keputusan akhir dalam interaksinya dengan akal budi manusia dalam berhadapan dengan dirinya, orang lain, dan Tuhannya. Di situ ia seorang diri bersama Allah, yang sapaan-Nya menggema dalam batinnya.
  • Dalam Perjanjian Baru, Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kol 3:23) Di samping taat kepada hukum Allah, manusia juga perlu harmonisasi dalam hati nurani.
  • Etika Kebuddhaan adalah etika nurani. Melaksanakan Etika Kebuddhaan artinya membangun kebiasaan untuk berhati nurani.
    Pemujaan Sang Hyang Atma sebagai Batara Hyang Guru dalam agama Hindu adalah pemujaan Guru yang ada dalam diri. Suara Sang Hyang Atma itu tiada lain adalah suara hati nurani. Orang yang gelap hati nuraninya cenderung berbuat yang makin menutup sinar suci Tuhan.
  • Di dalam kitab Su Si agama Kong Hu Cu mengatakan, berbuat sesuai dengan Hati Nurani itulah Tao, sedangkan bimbingan untuk hidup menempuh jalan sesuai hati nurani itulah agama. Manusia yang tidak mengenal hati nuraninya maka ia tidak mengenal Tuhan.
    Secara sederhana, hati nurani adalah pusat kebenaran sejati. Pada akhirnya, hati nurani adalah solusi dari merosotnya akhlak dan moral bangsa Indonesia. Hati nurani sangat penting untuk mengedepankan kembali kejujuran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang saat ini sedang bermasalah.

Mengapa Partai HANURA didirikan

Partai HANURA harus didirikan untuk:

  • Menjawab kepedulian dan kecintaan yang mendalam terhadap nasib negara dan bangsa.
  • Menjamin kepastian masa depan bangsa Indonesia yang saat ini tidak jelas arahnya.
  • Merekonstruksi model kepemimpinan masa depan yang lebih memahami hati nurani rakyat, serta memiliki sifat-sifat jujur, tegas, berani, dan berkemampuan.
  • Mewujudkan semangat sebagaimana yang ditempuh para pendahulu kita, berhimpun bersama untuk menyelamatkan bangsa.
  • Merespons persoalan bangsa yang terlalu kompleks dibutuhkan solusi strategis, yaitu berpolitik dengan hati nurani untuk memperjuangkan kebenaran.
  • Membangun kekuatan politik yang tidak berorientasi pada kekuasaan semata, namun dengan spirit ke-Tuhanan guna kemaslahatan/kebaikan.

Sejarah Pendirian Partai

Pendirian Partai HANURA dirintis oleh Wiranto bersama tokoh-tokoh nasional yang menggelar pertemuan di Jakarta pada tanggal 13-14 November 2006.

Forum tersebut melahirkan delapan kesepakatan penting sebagai berikut.
Dengan memperhatikan kondisi lingkungan global, regional, dan nasional, serta kinerja pemerintahan RI selama ini, mengisyaratkan bahwa sejatinya Indonesia belum berhasil mewujudkan apa yang diamanatkan UUD 1945.

Memperhatikan kinerja pemerintahan sekarang ini maka kemungkinan tiga tahun yang akan datang akan sulit diharapkan adanya perubahan yang cukup signifikan, menyangkut perbaikan nasib bangsa.

Oleh sebab itu perjuangan untuk mewujudkan terjadinya sirkulasi kepemimpinan nasional dan pemerintahan bukan lagi untuk memenuhi ambisi perorangan atau kelompok, namun merupakan perjuangan bersama untuk menyelamatkan masa depan bangsa.
Perjuangan itu membutuhkan keberanian untuk menyusun strategi jangka panjang pada keseluruhan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara guna mengembalikan kemandirian dan kebanggaan kita sebagai bangsa.

Untuk itu diperlukan kepemimpimpinan yang jujur, bijak, dan berani yang dapat menggalang persatuan, kebersamaan, dan keikhlasan, sebagaimana dahulu para pendahulu kita 'berhimpun bersama sebagai bangsa untuk mencapai kemerdekaan'. Sekarang saatnya kita berhimpun kembali sebagai bangsa guna menyelamatkan negeri kita.
Kita kembangkan semangat perjuangan, 'Semua untuk satu, satu untuk semua'. Artinya, semua harus memberikan yang terbaik untuk satu tujuan bersama, yakni membentuk pemerintahan yang jujur dan berkualitas. Selanjutnya, pemerintahan itu benar-benar akan bekerja semata-mata untuk kepentingan rakyat Indonesia.
Perjuangan itu akan kita wadahi dalam sebuah partai politik.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati dan melindungi perjuangan yang tulus dan ikhlas ini demi masa depan Indonesia yang kita cintai bersama.
Delapan kesepakatan itu kemudian ditindaklanjuti dalam wadah partai politik bernama Partai Hati Nurani Rakyat, disingkat Partai HANURA. Pendeklarasian partai ini diselenggarakan pada tanggal 21 Desember 2006 di Jakarta.

Komposisi dewan pendiri Partai HANURA di antaranya adalah: Jend. TNI (Purn) Wiranto, Yus Usman Sumanegara, Dr. Fuad Bawazier, Dr. Tuti Alawiyah AS., Jend. TNI (Purn) Fachrul Razi, Laks TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh, Prof. Dr. Achmad Sutarmadi, Prof. Dr. Max Wullur, Prof. Dr. Azzam Sam Yasin, Jend. TNI (Purn) Subagyo HS., Jend. Pol (Purn) Chaeruddin Ismail, Samuel Koto, LetJen. TNI (Purn) Suaidi Marasabessy, Marsdya TNI (Purn) Budhy Santoso, Djafar Badjeber, Uga Usman Wiranto, Letjen. TNI (Purn) Ary Mardjono, Elza Syarief, Nicolaus Daryanto, Anwar Fuadi, Dr. Teguh Samudra dan lain-lain.

Rating terkini HANURA 3 BESAR


Center of Electoral Reform (CETRO - Lembaga Survai Nasional) mengambil acak 1000 sms se Jateng merata di 35 Kabupaten/Kota. Hasilnya di umumkan pada tanggal 15 Juli 2008 sbb:
1. PDIP 15 %
2. GOLKAR 10 %
3. HANURA 9 %

PKS 6%
PKB 5%
PAN 3%
Demokrat 2%
Gerindra 0,5 %
Republikan 0,2%

20 prosen

Hanura Peringan Bacaleg dengan Target 20 Persen
sumber : www.hanura.com
Jakarta, Media Center – Seleksi tahap akhir Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) untuk tingkat Pusat Partai Hanura sudah memasuki tahap seleksi oleh Tim Sembilan sejak Minggu sampai Senin. Hari Minggu (13/7) seleksi diperuntukkan bagi wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, NAD, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Gorontalo, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku dan Maluku Utara. Sedangkan untuk hari Senin (14/7) untuk sesi pertama diperuntukkan bagi wilayah Papua, Banten, DIY, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung. Sesi keduanya untuk wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Bengkulu dan Lampung.
Prosesi penyeleksian diawali dengan pengarahan dari Ketua Umum Partai Hanura, H. Wiranto SH kepada para Bacaleg. Kemudian Bacaleg dikumpulkan per wilayah untuk di cek kebenaran administrasi maupun kebenaran secara fisik. Lalu para Bacaleg mengisi lembar komitmen Bacaleg, apabila kuota Bacaleg di wilayahnya telah penuh atau lebih dari yang disyaratkan maka para Bacaleg mengisi lembar komitmen kedua yang isinya pernyataan bersedia/tidaknya untuk dipindahkan wilayah pilihannya. Setelah mengisi lembar komitmen maka mereka kembali dipanggil oleh tim seleksi untuk ditanyakan mengenai komitmen yang mereka nyatakan.
Menurut Suci Islamiyati, Bacaleg Jawa Barat VIII, pernyataan bersedia/tidaknya pindah wilayah memang sudah risiko bagi daerah yang peminat Bacalegnya banyak. “Kalau saya maunya sih tetap karena kampung halaman di sana namun kita lihat saja nanti hasilnya bagaimana. Yang terpenting peraturan Partai mengenai target 20% suara sudah sangat membantu dan memberikan semangat serta motivasi untuk terus maju”, ungkapnya di sela-sela acara.
Sebelumnya, H. Wiranto SH mengatakan Partai Hanura sangat menghargai para kadernya, terutama hak-hak para kader pun dipikirkan oleh Partai. Karenanya untuk para Bacaleg dari target 30% yang disarankan pemerintah maka Partai Hanura memberikan keringanan kepada Bacaleg untuk mendapatkan massa sebanyak 20%. “Seandainya Bacaleg mendapatkan lebih dari 20% maka tidak berdasarkan nomor urut melainkan dari suara terbanyak. Sedangkan jika kurang dari 20% maka baru kembali ke nomor urut,” ujar Wiranto, yang diamini oleh para Bacaleg dan membuat Bacaleg kembali bersemangat. Di akhir arahannya, Wiranto pun mengucapkan Selamat Berjuang bagi para Bacaleg dan harapannya para Bacaleg dapat bekerja dengan giat untuk dapat meraih suara terbanyak. *(FA)

16 Juli 2008

KKP DILI

Laporan KKP Sangat Melegakan

Jakarta, Media Center – “ Pak Wiranto lega. Tapi leganya sudah dari dulu, sudah lama. Orang toh tidak melakukan sesuatu ya lega saja. Paling tidak percekcokan itu sudah berkurang ”, ungkap Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Hanura, Jenderal (Purn) Fachrul Razi ketika ditanyakan tanggapannya mengenai hasil laporan akhir Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) Indonesia-Timor Leste, Selasa (15/07) di DPP Partai Hanura Jakarta. Laporan akhir KKP Indonesia – Timor Leste tidak memvonis bersalah tidaknya H. Wiranto SH, Ketua Umum Partai Hanura dalam pelanggaran berat HAM di Timor Leste tahun 1999 yang pada waktu itu menjabat sebagai Panglima ABRI. Laporan tersebut justru merekomendasikan agar baik Indonesia maupun Timor Leste tidak mengulangi kejadian serupa di masa datang.

Laporan akhir KKP Indonesia – Timor Leste tidak memvonis bersalah tidaknya H. Wiranto SH, Ketua Umum Partai Hanura dalam pelanggaran berat HAM di Timor Leste tahun 1999 yang pada waktu itu menjabat sebagai Panglima ABRI. Laporan tersebut justru merekomendasikan agar baik Indonesia maupun Timor Leste tidak mengulangi kejadian serupa di masa datang.
Sebelumnya, ada beberapa kalangan yang menilai kalau Ketua Umum Partai Hanura harus bertanggungjawab atas pelanggaran HAM pasca jajak pendapat di Timor Leste tahun 1999. Sedangkan Senin (14/07), Ketua DPR Agung Laksono menilai wacana KKP merupakan konspirasi untuk menjegal H. Wiranto SH dengan Partai Hanura-nya dalam pengumuman hasil investigasi KKP tersebut. Karena waktu penyampaiannya bersamaan dengan masa kampanye Pemilu Legislatif. "Secara pribadi saya tidak setuju dengan sikap jegal-menjegal seseorang melalui kasus pelanggaran HAM berat di Timtim itu, karena persoalannya bukanlah terletak pada orang per orang, tetapi adalah pada institusi," katanya seperti yang dilansir dari
www.kompas.com.
Menurut Fachrul Razi, banyak pihak yang meminta Wiranto untuk mengabaikan KKP. Namun dengan bijak Wiranto mengatakan agar hasil KKP yang merupakan hasil kerjasama kedua Negara patut diperhatikan. “Jangan tidak dianggap dong hasil KKP, itukan institusi yang dibentuk oleh kedua pemerintah, harus dihargai”, ucap Fachrul Razi menirukan ucapan Wiranto.
Fachrul juga mengungkapkan bukti tidak bersalah dan tidak terlibatnya Wiranto dalam pelanggaran HAM berat yaitu Wiranto pada saat itu memperlihatkan kesungguhan TNI dalam mengamankan jejak pendapat. Dia mempersilahkan semua pihak bisa masuk untuk menyaksikan apa yang terjadi di Timor Leste. Wiranto juga mempersilahkan military observer masuk ke Timor Leste meskipun tidak ada dalam perjanjian Tripartit. Begitu juga dengan Komnas HAM.
“Wiranto bilang, Komnas HAM penting untuk memantau apa ada pelanggaran HAM. Jadi kalau dikaitkan ada pelanggaran HAM, nggak mungkin lah. Kalau sudah begitu, lalu orang tuding ada pelanggaran HAM apa iya?”, kata Fachrul Razi.
KKP adalah sebuah lembaga yang dibentuk Pemerintah Indonesia dan Timor Leste untuk mencari titik terang kerusuhan pasca Jajak Pendapat Timor Timur 1999. KKP dibentuk 9 Maret 2005 dan anggotanya dilantik pada tanggal 14 Agustus 2005 dan berkedudukan di Denpasar, Bali. Lembaga ini terdiri dari 10 orang masing-masing 5 dari Indonesia dan 5 dari Timor Leste dan 2 koordinator masing-masing 1 dari Indonesia dan Timor Leste.
Selama bertugas KKP berupaya untuk mengungkap tiga kasus yang terjadi sebelum dan paska jajak pendapat di Timor Timur tahun 1999, yaitu kasus pembunuhan di Gereja LiquiC'a, perusakan rumah Manuel Carrascalao, dan kerusuhan Santa Cruz. Beberapa tokoh yang telah didengar keterangannya oleh KKP di antaranya, mantan Presiden BJ Habibie, mantan Panglima ABRI Wiranto, mantan Menlu Ali Alatas, mantan Kepala Badan Intelijen ABRI Mayjen (Purn) Zacky Anwar Makarim, mantan Komandan Korem Wiradharma Dili Mayjen Suhartono Suratman, mantan Panglima Kodam IX Udayana Mayjen (Purn) Adam Damiri, dan mantan Uskup

Hanura Peduli

Tingkatkan program HANURA PEDULI aspirasi masyarakat
agar masyarakat PEDULI NAHURA

Bismillah


Saatnya Hati Nurani Bicara dan Bekerja dengan Hati Nurani